Sampul Imanuel Creative

Jangan Pernah Takut Melayani Walau Kita Masih Muda

Ditulis Oleh: Ferli Kalotong - Ferli Korex.......ANDI (Anak Didik Immanuel).
Catatan : PPGT Immanuel Bontang 

Teman2 Ku yang terkasih..
Kita sebagai kaum muda yang merupakan generasi penerus Gereja harus berani menjadi terang dan garam dunia. Tentunya dalam porsi kita masing-masing. Setiap kita memiliki talenta yang berbeda-beda. Bapa telah mengaruniakan dan membekali anak-anaknya dengan kemampuan yang beragam, dengan maksud agar kita mengembangkannya, seperti perumpamaan tentang talenta dalam Injil Matius (Mat. 25:14-30).

Dalam pelayanan kita, kita tidak harus menjadi matahari yang gagah dan mampu menyinari setiap penjuru dunia. Cukuplah menjadi lilin kecil yang rela meleleh untuk menerangi ruang yang gelap dan kosong.
Beberapa dari antara kita mungkin ada yang berpikiran, “Untuk apa aku melayani? Males ah.. Itu adalah tugas mereka orang dewasa.” Atau ada juga yang berpikiran, “Aku ini masih muda, apa yang bisa aku lakukan dengan segala keterbatasanku?”, atau saat kita berbeda pandangan dengan rekan2, kita terkadang terlalu cepat mengambil keputusan untuk apa saya melayani, saya tdk layak. Atau saya mundur saja dr pelayanan ini.

Teman2…
Justru kita (baca: kaum muda)-lah masa depan Gereja. Bila tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi??
Bukan tunggu nanti sudah tua kita baru mau melayani. Melayani itu tidak semata-mata berdiri di depan mimbar, menjadi singer, pemain musik, atau hal-hal lain yang indentik dengan “tampil ke muka umum”. Namun, melayani dalam arti yang sesungguhnya (paling tidak bagi saya) adalah dimana kita berani menjadi saksi Kristus lewat tingkah laku kita yang konkrit dengan segala keberadaan dan kerelaan hati kita. Menurut saya, itu sudah cukup untuk menjadi seorang pelayan sejati.
Dalam melayani pasti ada saja tantangan dan godaan. Saya pernah mengalaminya. Suatu hari di malam minggu, saya diberi undangan disco time sweet seventeen dari teman saya, dengan bintang tamu artis terkenal, tapi di saat yang bersamaan ada PA kaum muda di Gereja. Tentu saja saya harus memilih. Saya bukan orang muda yang hebat dan dengan tegas mengatakan, “Yaa pilih Gereja donk. Ngapain ke sweet?? Tuhan itu di atas segala – galanya.”
Saya pun mengalami yang namanya dilema.
“Duuh, gimana yaa… Gw dtg PA ato ikut disco time yah?” tanya batin saya.
Namun pada akhirnya, saya lebih memilih PA. Bukan karena saya alim atau suci, tapi karena pada saat itu ada dorongan dari hati saya; yang saya percaya suara Tuhan, yang membawa saya sampai ke  Gereja untuk bersama-sama kaum muda yang lainnya memuji Tuhan. Walaupun baru merintis dan orang yang datang belum begitu banyak, namun saya merasakan sukacita yang daripada-Nya. Justru disinilah saya melayani, dengan ikut mendukung PA rintisan ini dan membawa teman-teman kaum muda yang lain untuk ikut masuk ke hadirat Tuhan.
Tuhan tidak pernah melihat kemampuan atau ketidakmampuan kita. Tidak juga kehebatan atau kecakapan kita. Yang Ia lihat hanyalah kesediaan kita untuk menjadi pelayan-Nya yang taat dan setia.
Jangan takut untuk berkarya walau kita masih muda.
“Jangan seorangpunpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang – orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu.” (1 Tim. 4:12)
Semoga sharing ini bisa menjadi berkat bagi teman-teman semua.
Saya masih pemula dan masih perlu banyak belajar dalam hal menulis. Oleh karena itu saya sangat terbuka terhadap kritik dan saran teman-teman sekalian.
Damai Tuhan Bersamamu ^^.
Salam Immanuel...!!!