Sampul Imanuel Creative

Kasih yang mula-mula

Kasih yang mula-mula

Kebahagiaan sejati tidak akan pernah bisa mati. Kebahagiaan sejati tidak terlatak pada hal-hal yang besar dan mahal, melainkan terletak pada hal-hal kecil yang kadang sering terabaikan. Bahagia itu memang istimewa, tapi sadarilah bahwa sebenarnya bahagia itu sederhana.
Banyak orang menjalani kebahagiaan tidak dengan sepenuh hati. Saat orang lain membuatnya kecewa, bahagiapun lenyap bersama kasih. Tak ada senyuman, yang terlukis hanyalah kedengkian. Rasa kecewa yang mendalam akan menggoreskan luka. Dan luka itu akan menimbulkan akar pahit.
Ingatlah akan kasih yang mula-mula saat bahagia hilang daripadamu. Saat kau kecewa dengan sahabatmu, ingatlah saat kau pertama kali mengikat tali persahabatn dengannya. Saat orang tua merasa kecewa dengan anaknya, ingatlah betapa bahagianya anda ketika pertama kali melihat anakmu lahir. Ketika kau kecewa dengan pasanganmu, ingatlah saat-saat dimana dia selalu menemanimu dalam suka dan duka.
Tuhan tidak dengan sembarangan menciptakan kita. Ada maksud dan tujuan tertentu yang terajut dalam kehidupan kita. Ingatlah akan kasih Tuhan. Kasih-Nya tak pernah sedikit pun berkurang pada kita.
Tanamlah kasih dimanapun kita berpijak. Kasih itu akan terus berputar dan suatu saat akan kembali kepda pemiliknya. Saat kita menabur kasih, kita akan menuai berkat.